Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kepulungan menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ pada hari Jum'at, 14 Agustus 2026 sebagai wadah silaturahim, doa bersama, serta penguatan tradisi keagamaan warga Nahdliyin. Kegiatan berlangsung di Masjid Baiturrahim, Dusun Kabunan Desa Kepulungan, dan diikuti oleh pengurus NU, takmir masjid, tokoh masyarakat, serta jamaah dan warga setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan melaksanakan sholat berjamaah Isya, sholat sunah, sholat taubat, dan sholat hajat sebelum pembacaan istighotsah, istighfar, shalawat Nabi, dzikir, tahlil, dan pembacaan surat-surat Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ustaz Musyafa' dan dilanjutkan dengan sejumlah sambutan dari tokoh serta pengurus setempat.
Ketua Takmir Masjid Baiturrahim, Ustadz Rifa’i, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Lailatul Ijtima’. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan kegiatan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai sarana membangun kebiasaan beribadah setelah kembali ke rumah masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari jumlah jamaah yang hadir. Hal yang lebih penting adalah keikhlasan para pengurus dalam mengajak masyarakat untuk semakin dekat kepada Allah SWT.
“Jangan berkecil hati ketika jamaah yang hadir sedikit dan jangan terlalu bergembira ketika yang hadir banyak. Yang dinilai Allah adalah keikhlasan dalam mengajak masyarakat mendekat kepada Allah,” pesan Ustaz Rifa’i.
Ia juga mengapresiasi pengurus NU Ranting Kepulungan yang terus berupaya menghidupkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Kepulungan Bapak Didik Hartono, menyampaikan
apresiasi kepada pengurus NU dan seluruh warga yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial di Desa Kepulungan dapat terus berkembang.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. Pemerintah desa bersama berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Abah Bajuri selaku pengurus Ranting NU Kepulungan. Ia menyampaikan terima kasih kepada warga Dusun Kepulungan, khususnya keluarga besar Masjid Baiturrahim, yang telah menjadi tuan rumah kegiatan Lailatul Ijtima’.
Menurutnya, Lailatul Ijtima’ merupakan salah satu program penting NU Ranting Kepulungan yang dilaksanakan secara bergiliran di berbagai dusun. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat silaturahmi sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan yang telah dirintis para ulama.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk mempertahankan kegiatan-kegiatan ke-NU-an dan tradisi keagamaan yang baik, sembari tetap terbuka terhadap perkembangan dan hal-hal baru yang membawa kemaslahatan.
“Semoga segala usaha dan khidmat kita kepada Nahdlatul Ulama menjadi amal yang diterima Allah SWT dan anak cucu kita ditakdirkan menjadi hamba-hamba Allah yang mendapatkan husnul khatimah,” ungkapnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan kepedulian warga terhadap sesama.
Acara inti berupa Mauidatul Hasanah disampaikan oleh Ustaz Fathul Mufidz. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjaga tradisi keagamaan yang baik sekaligus meningkatkan kualitas ibadah melalui keikhlasan.
Beliau menjelaskan bahwa berbagai amalan yang dilaksanakan dalam Lailatul Ijtima’, seperti salat sunah, istighotsah, tahlil, dan shalawat, merupakan bagian dari tradisi keagamaan yang perlu dijaga dan dilestarikan.
“Tradisi yang baik dari para ulama perlu kita jaga. Jika ada hal baru yang baik, dapat ditambahkan untuk menyempurnakan kebaikan,” tuturnya.
Ustaz Fathul Mufidz juga mengingatkan jamaah mengenai pentingnya ikhlas dalam beribadah. Menurutnya, seseorang tidak seharusnya menjadikan ibadah sebagai sarana untuk mendapatkan pujian, penghargaan, ataupun kepentingan duniawi.
Beliau menguraikan bahwa keikhlasan memiliki tingkatan, mulai dari beribadah karena mengharap pahala dan surga, beribadah karena cinta kepada Allah SWT, hingga menyadari bahwa kemampuan seseorang untuk beribadah sendiri merupakan nikmat dan pertolongan dari Allah.
“Kesempatan untuk hadir di masjid, mengikuti jamaah, berdzikir, dan beribadah adalah nikmat dari Allah. Karena itu, mari kita syukuri dengan semakin meningkatkan ibadah,” pesannya.
Lebih lanjut, jamaah diajak untuk menyadari berbagai nikmat Allah SWT, terutama nikmat kesehatan dan kesempatan waktu. Kesibukan bekerja dan aktivitas sehari-hari hendaknya tidak menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban dan kegiatan ibadah.
Kegiatan Lailatul Ijtima’ kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan.
Melalui kegiatan tersebut, NU Ranting Kepulungan berharap semangat silaturahim, kepedulian sosial, pelestarian tradisi keagamaan, dan keikhlasan dalam beribadah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi bagian dari kehidupan warga sehari-hari.







Posting Komentar