Selamat datang di situs resmi MWC NU Gempol, ini adalah Situs resmi sebagai sarana informasi seputar MWCNU Gempol

Silaturahim Kader Penggerak NU dan Jamiyah Nariyahan Perkuat Ukhuwah serta Dorong Kemandirian Ekonomi MWCNU Gempol

 


Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gempol menggelar kegiatan Silaturahim Kader Penggerak NU bersama Pengurus Ranting se-MWCNU Gempol di Graha MWCNU Gempol pada hari Sabtu, 30 Mei 2026 yang dirangkai dengan Jamiyah Nariyahan, sebagai upaya memperkuat ukhuwah, konsolidasi kader, serta mendukung program strategis organisasi, khususnya kemandirian ekonomi.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan Surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan istighosah serta pembacaan Selawat Nariyah sebanyak 4.444 kali. Pembacaan Selawat Nariyah tersebut diniatkan untuk memohon keberkahan dan pertolongan Allah SWT demi kelancaran program-program MWCNU Gempol, terutama peluncuran program kemandirian ekonomi yang menjadi fokus organisasi ke depan.

Suasana khidmat berlanjut dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Ya Lal Wathon, sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan komitmen warga Nahdlatul Ulama dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada kesempatan tersebut juga digelar sesi khusus kader penggerak NU yang diisi dengan yel-yel kebangsaan dan semangat perjuangan untuk memperkuat soliditas serta peran kader dalam menggerakkan organisasi di tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Ustadz Zamroni menyampaikan pentingnya pengaderan dan penguatan jaringan kader Nahdlatul Ulama. Menurutnya, kegiatan silaturahim dan rutinan Waliyu kader penggerak NU menjadi sarana memperkuat ukhuwah, mempererat jaringan kader, serta memperkokoh gerakan lahir dan batin dalam berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama.

Di tengah berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi organisasi saat ini, para kader diajak untuk tetap istiqamah, menjaga persatuan, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui istighosah, doa, dan amaliah yang telah diwariskan para ulama.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh PLT Rais Syuriah MWCNU Gempol, Kiai Yaimul Asmak, yang memaparkan program strategis organisasi melalui konsep P3K, yaitu Perkantoran, Perekonomian, Pendidikan, dan Kesehatan.

Beliau menjelaskan bahwa dalam satu tahun ke depan, fokus utama MWCNU Gempol akan diarahkan pada sektor perekonomian sebagai langkah mewujudkan kemandirian organisasi. Dengan adanya sumber ekonomi yang kuat, diharapkan berbagai program NU dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa selalu bergantung pada sumbangan atau tarikan dari warga.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Gempol, H. Muhammad Khozin, menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi antar kader, pengurus ranting, dan badan otonom sebagai fondasi kekuatan organisasi. Menurutnya, kegiatan rutin yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai wilayah menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antar kader sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.

Beliau juga menegaskan bahwa setelah penguatan bidang perkantoran berjalan dengan baik, perhatian organisasi akan difokuskan pada pengembangan ekonomi sebagai sumber kemandirian warga dan organisasi NU. Program tersebut diharapkan mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen NU, mulai tingkat ranting hingga badan otonom.

Sebagai acara inti, para peserta mendapatkan Mauidlatul Hasanah yang disampaikan oleh Kiai Nasrullah. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang dibangun atas dasar perjuangan ulama, doa para wali, dan pertolongan Allah SWT. Oleh karena itu, kader NU tidak perlu berlebihan dalam menyikapi berbagai isu dan dinamika yang berkembang, tetapi tetap fokus pada tugas utama yaitu berkhidmah kepada umat.

Kiai Nasrullah menjelaskan lima karakter utama yang harus dimiliki kader Nahdlatul Ulama, yaitu Istiqamah dalam menjaga akidah, amaliah, dan perjuangan NU; Istifadah dengan terus belajar dan mengambil hikmah; Istisyarah melalui budaya musyawarah; Istikharah dalam memohon petunjuk Allah SWT; serta Istighasah sebagai bentuk memohon pertolongan Allah dalam setiap perjuangan.

Beliau juga mengingatkan agar kader NU tidak terjebak dalam konflik dan polemik yang berkembang, melainkan fokus menjalankan amanah organisasi, menghidupkan kegiatan ranting, mengembangkan program yang bermanfaat bagi masyarakat, menjaga kekompakan, serta memperkuat kemandirian ekonomi organisasi.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh kader Nahdlatul Ulama senantiasa diberikan kesehatan, keistiqamahan, kekuatan dalam berkhidmah, serta mampu mewujudkan organisasi yang mandiri, kuat, dan terus memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan agama.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama