Selamat datang di situs resmi MWC NU Gempol, ini adalah Situs resmi sebagai sarana informasi seputar MWCNU Gempol

Safari Ramadan Putaran Ketujuh, MWCNU Gempol Perkuat Sinergi Ulama dan Umara di Masjid Kuba Randupitu

Kegiatan Safari Ramadan yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Gempol (MWCNU Gempol) bersama jajaran Forkopimcam kembali berlangsung khidmat. Memasuki putaran ketujuh untuk zona utara, kegiatan kali ini dipusatkan di Masjid Kuba Randupitu pada hari Rabu, 4 Maret 2026, sementara zona selatan dilaksanakan di Masjid wilayah Karangrejo.

Acara diawali dengan salat Isya dan tarawih berjamaah, dilanjutkan pembukaan dan sambutan dari berbagai unsur, mulai dari pengurus NU, perangkat desa, hingga perwakilan kecamatan dan Kantor Urusan Agama (KUA). Dalam sambutannya, para tokoh menyampaikan rasa syukur atas nikmat kesehatan sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan baik serta mengikuti rangkaian Safari Ramadan.

Perwakilan ranting NU Randupitu menyampaikan bahwa di tingkat dusun terdapat 22 musala yang seluruhnya aktif dan telah diproses wakafnya. Selain itu, terdapat 25 majelis taklim dan majelis zikir yang rutin menggelar kegiatan keagamaan. Hal ini menjadi bukti kuatnya tradisi keagamaan dan komitmen warga dalam menjaga paham Ahlussunnah wal Jamaah.

Sementara itu, perwakilan KUA Kecamatan memberikan informasi penting terkait pelayanan administrasi keagamaan. Masyarakat yang mengalami kerusakan buku nikah dapat mengurus penggantian tanpa biaya di kantor KUA dengan membawa dokumen yang diperlukan. Selain itu, pengurus masjid dan musala diimbau segera mengurus legalitas melalui Sistem Informasi Masjid (SIMAS), karena menjadi salah satu syarat utama dalam pengajuan bantuan pemerintah.

Pengurus MWCNU Gempol menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum mempererat hubungan antara ulama dan umara serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Disebutkan pula bahwa rangkaian Safari Ramadan akan ditutup pada 7 Maret mendatang di Masjid An-Nur Sumberpandan.

Dalam tausiyahnya, penceramah menekankan pentingnya menjaga silaturahim sebagai salah satu amalan utama yang dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Ramadan menjadi momen terbaik untuk memperbaiki hubungan sosial, memperbanyak ibadah, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh amal ibadah Ramadan diterima Allah SWT, dosa-dosa diampuni, serta masyarakat senantiasa diberi keberkahan dan persatuan dalam menjalani kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama